Walkot Sabang Minta Pulau Rubiah Dikeluarkan Dari Kawasan Konservasi

Walkot Sabang Minta Pulau Rubiah Dikeluarkan Dari Kawasan Konservasi

Walkot Sabang Minta Pulau Rubiah Dikeluarkan Dari Kawasan Konservasi-Kondisi situs karantina haji termewah di zaman Belanda yang terletak di Pulau Rubiah, Sabang kini memprihantikan. Wali kota Sabang Nazaruddin mengaku pemugaran situs tersebut terkendala karena kawasan tersebut masuk dalam zona konservasi.

Nazaruddin mengaku sudah menandatangani surat agar Pulau Rubiah dikeluarkan dari zona konservasi. Selain itu, dia juga memohon agar kawasan tersebut dapat dikeluarkan untuk memudahkan pemugaran situs karantina haji.

Menurut Nazaruddin, kawasan Pulau Rubiah juga memiliki banyak situs sejarah. Di sana juga terdapat makam istri Tengku Cik Di Iboih bernama Sarah Rubiah.

Seperti yang diketahui, lokasi situs bersejarah Karantina Haji terletak sekitar 100 meter dari dermaga Pulau Rubiah. Begitu turun dari kapal, perjalanan dapat ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalanan terbuat dari semen.

Kiri kanan jalan dipenuhi dengan hutan. Tiba di lokasi, sebuah prasasti dibangun. Sekilas tentang sejarah bangunan termuat di sana. Persis di depannya, satu unit bangunan beraksitektur ardeko terlihat berdiri kokoh.

Bangunan bergaya Belanda tersebut terlihat lebih kecil dibandingkan dengan gedung di belakangnya. Di halaman bangunan terlihat lebih bersih. Di dalamnya, ada beberapa ruangan yang kosong.

Atap dan lantai bangunan rusah. Catnya mulai pudar. Berjalan sekitar 20 m dari sana, terdapat sebuah bangunan dengan delapan ruangan. Jarak kedua gedung dipisah ilalang setinggi pinggang orang dewasa. Kondisi di dalam bangunan sama, kosong melompong, atap rusak, dan lantai pecah-pecah.

Walkot Sabang Minta Pulau Rubiah Dikeluarkan Dari Kawasan Konservasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *