Sekelompok Teroris Serang Gereja di Surabaya Dengan Bom Bunuh Diri

Sekelompok Teroris Serang Gereja di Surabaya Dengan Bom Bunuh Diri

Sekelompok Teroris Serang Gereja di Surabaya Dengan Bom Bunuh Diri-Minggu pagi 07.07 WIB merupakan saksi bisu bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Sebanyak 13 orang dilaporkan tewas dan 43 orang luka-luka dalam kejadian ini.

Serangan ini diklaim merupakan serang teroris jaringan JAD-JAT yang mendapatkan kordinasi langsung dari kelompok ISIS di suriah.

Sekelompok Teroris Serang Gereja di Surabaya Dengan Bom Bunuh DiriInsiden tragis ini juga terjadi di beberapa tempat lain berselang beberapa jam setelah di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela. Tepatnya ada 3 lokasi lain terjadi pengeboman dengan cara yang sama yaitu dengan bom bunuh diri.

Pasutri Dita Oepriarto dan Puji Kuswati merupakan pelaku di balik pengeboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Akibat peristiwa itu 13 orang tewas dan 43 orang luka-luka.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan satu keluarga yang terdiri Dita (ayah), Puji Kuswati (ibu), dan empat anak yakni YF, FH, FS, dan P, ini tak lepas dari jaringan JAD-JAT.

Tito mengatakan keluarga ini baru saja pulang dari Suriah, belajar strategi teror dan bergabung dengan ISIS.

“Yang kembali dari Suriah 500,termasuk di antaranya keluarga ini,” ujar Tito.

Tito kemudian menjelaskan rentetan aksi teror yang dilakukan keluarga bomber di Surabaya ini. Dita menyopiri mobil Toyota Avanza berisi bom. Mobil ini ditumpangi istrinya, Puji Kuswati , dan dua anaknya.

Dita kemudian menurunkan (mendrop) istrinya dan dua anak perempuannya FS (12) dan VR di gereja di GKI jalan Diponegoro, dan kemudian D membawa mobil diduga berisi bom menuju Gereja Pantekosta. Setelah semua keluarga di drop, Dita kemudian meledakan mobil tersebut di Gereja Pantekosta.

Sementara itu, dua anak laki-laki Dita dan Puji Kuswati berinisial Y dan Ir, berangkat sendiri menggunakan motor ke gereja Santa Maria. Keduanya meledakkan diri di gereja Santa Maria.

“Semua adalah serangan bom bunuh diri,” kata Tito.

BACA JUGA : Suara Dunia

Tak lama, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah keluarga pengebom 3 gereja itu. Ada sejumlah barang-barang yang disita untuk membuat bom.

“Selain styrofoam ditemukan ada belerang, aseton, HCL, Aquades, H2O, black powder dan korek api kayu, itu barang berbahaya di TKP rumah pelaku,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan, di kawasan penggeledahan rumah pengebom gereja Dita Oepriarto, Wonorejo Asri, Surabaya.

 

Sekelompok Teroris Serang Gereja di Surabaya Dengan Bom Bunuh Diri

NONTON JUGA : BioskopQQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *