Polisi dan Kemenkeu Tolak Ganti Rugi Gugatan Pengamen Cipulir

Polisi dan Kemenkeu Tolak Ganti Rugi Gugatan Pengamen Cipulir

Polisi dan Kemenkeu Tolak Ganti Rugi Gugatan Pengamen Cipulir-Empat orang pengamen Cipulir korban salah tangkap meminta polisi untuk menganti rugi lewat sidang praperadilan. Polisi menyatakan menolak untuk mengganti rugi.

Polda meminta hakim praperadilan menyatakan penyidikan yang dilakukan terhadap para pemohon sah. Hakim juga diminta menolak memberikan ganti rugi terhadap para pemohon.

Budi berpendapat seluruh dalil yang disampaikan pemohon tidak jelas dan kabur. Polisi berpendapat penyelidikan dan penyidikan tas ditemukannya jenazah laki-laki di kolong jembatan kali Cipulir Jakarta Selatan dugaan sementara meninggal karena dibunuh.

Budi mengatakan, semua bukti yang dikumpulkan polisi dari proses penyelidikan dan penyidikan sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. Dengan demikian tanggung jawab secara hukum terhadap berkas perkara dan barang bukti telah beralih dari penyidik kepada penuntut umum.

Selain itu, permohonan ganti rugi pemohon yang meminta penggantian pengeluaran biaya besuk, biaya makan dalam penahanan, biaya kamar dalam penjara dinilai engada-ngada dan tanpa bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kajati DKI dalam berkas jawabannya menyatakan menolak permohonan pemohon. Kejati DKI menganggap gugatan pemohon salah alamat dan tidak jelas.

Sementara itu, menteri keuangan dalam berkas jawaban yang diterima meminta hakim praperadilan menolak seluruh permohonan pemohon untuk membayar ganti rugi. Sebab permohonan tersebut tidak berdasarkan peraturan UU yang berlaku.

Diketahui, empat pengamen Cipulir korban salah tangkap mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keempat pengamen itu minta gugatan rugi dengan total sebesar Rp 750,9 juta.

Polisi dan Kemenkeu Tolak Ganti Rugi Gugatan Pengamen Cipulir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *