BMKG Jelaskan Suhu di Bali Terasa Dingin Meski Cuaca Keadaan Terik

BMKG Jelaskan Suhu di Bali Terasa Dingin Meski Cuaca Keadaan Terik

BMKG Jelaskan Suhu di Bali Terasa Dingin Meski Cuaca Keadaan Terik-Belakangan ini cuaca di Bali terasa panas yang menyengat. Tetapi, hembusan angin juga kencang sehingga terasa angin dingin. Apa penyebabnya?

Prakirawati BMKG Denpasar Kadek Setiya Wati mengatakan, pada bulan ini angin monsun Australia dominan berhembus di Bali. Hal ini dapat mengakibatkan Bali menjadi kurang hujan.

“Pada bulan Juli seperti saat ini angin monsun Australia lebih dominan berhembus di mana angin ini membawa massa udara yang kering sehingga wilayah Bali menjadi musin kemarau. Dalam musim kemarau cuara lebih dominan cerah dengan tutupan awan yang relatif sedikit,” kata Kadek saat dimintai keterangan, Rabu (17/7).

Dia mengatakan, selama musim kemarau angin bakal berhembus lebih kencang. Contohnya pada siang hari, dilihat dari aplikasi ramalan cuaca suhu di Denpasar mencapai 28 derajat celcius, tetapi angin terus berhembus kencang dan terasa dingin.

Begitu juga pada malam hari suhu juga akan terasa dingin. Apalagi jika tutupan awan sedikit maka memberi kesempatan pelepasan radiasi gelombang panjang lebih efektif.

“Sementara itu pada malam hari dimana pada malam hari bumi melepaskan radiasi gelombang panjang, apabila tutupan awan sedikit maka pelepasan radiasi gelombang panjang, apabila tutupan awak sedikit maka pelepasan radiasi tersebut dapat berlangsung lebih efektif sehingga permukaan bumi dingin lebih cepat maka dirasakan suhu udara yang cenderung dingin pada malam harinya,” katanya.

Suhu dingin ini diprediksi bakal dialami di Bali sampai bulan depan. “Suhu udara yang dingin ini berpeluang terjadi terutama pada puncak musim kemarau sekitar bulan Juni dan Agustus,” kata Kadek.

BMKG Jelaskan Suhu di Bali Terasa Dingin Meski Cuaca Keadaan Terik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *