Bareskim Ajak Warga Adukan Kekayaan Intelektual via Singa HKI

Bareskim Ajak Warga Adukan Kekayaan Intelektual via Singa HKI

Bareskim Ajak Warga Adukan Kekayaan Intelektual via Singa HKI-Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri menerbitkan sistem pengaduan hak kekayaan intelektual. Aplikasi tersebut diberi nama Singa HKI untuk mempermudah masyarakat melaporkan pelanggaran kekayaan intelektual.

Peluncuran aplikasi ini dilakukan di hotel Ambhar, Jl. Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/9). Turut hadir dalam peluncuran ini perwakilan dari Kemenkominfo, Kemenkum HAM dan Badan Ekonomi Kreatif.

“Hak kekayaan intelektual merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada individu unutk memberikan izin atau melarang orang lain untuk melaksanakan hak ekonomi dari produk yang dilindungi hak kekayaan intelektual,” kata wakil direktur Dittipideksus Kombes Helmy Santika dalam sambutannya.

Selama ini sistem pengaduan masyarakat terkait dengan kekayaan intelktual dinilai masih kurang optimal. Hal tersebut karena pelayanan birokrasi yang disebut memakan waktu panjang.

Helmy mengatakan, Bareskrim sebagai unsur pelaksana penyelidikan hingga pencegahan memiliki kewajiban meningkatkan pelayanan perkara kekayaan intelektual. Bareskrim ingin mempersingkat birokreasi laporan pelanggaran dari masyarakat.

Untuk memaksimalkan serta mempermudah pelayanan terkait dengan kekayaan intelektual kepada masyarakat, Helmy mengatakan perlu suatu terobosan. Maka dibentuklah pengaduan terkait kekakyaan intelektual berbasis online.

Dengan adanya aplikasi singa HKI, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan pelanggaran kekayaan intelektual dan mempersingkat waktu. Helmy mengajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi ini.

Aplikasi singa HKI ini dapat diunduh di gawai masyarakat. Di dalam aplikasi singa HKI terdapat fitur Pengaduan, Perkembangan, Pengetahuan dan Konsultasi.

Bareskim Ajak Warga Adukan Kekayaan Intelektual via Singa HKI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *