Balikin Rp 169 M yang Dikorupsi oleh Samadikun Tak Jual Aset Secuil pun

Balikin Rp 169 M yang Dikorupsi oleh Samadikun Tak Jual Aset Secuil pun

Balikin Rp 169 M yang Dikorupsi oleh Samadikun Tak Jual Aset Secuil pun – Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tony Spontana mengatakan penyerahan uang Rp 87 miliar Samadikun Hartono bukan berasal dari penjualan aset yang disita oleh Kejaksaan. Ia juga menyatakan pelunasan uang tersebut menandakan kasus ini telah tuntas dari segi pembayaran uang pengganti dan denda.

“Pertama ini murni pembayaran Rp 87 miliar sekian bukan dari penjualan aset yang disita, clear. Kemudian kedua sebetulnya ini bukan dibayar cash ya. Jadi oleh yang bersangkutan telah ditransfer ke rekening bank mandiri dan ini kami memastikan sebagai simbol untuk simbolis saja uang ini sudah pasti masuk ke rekening bank mandiri dan saya harus pastikan juga akan disetorkan ke kas negara.

BACA JUGA : Suara Dunia

Tony menegaskan saat ini Samadikun Hartono sudah tidak ada lagi sangkut paut dengan aset yang disita oleh Kejaksaan hukum. Sebab,dia telah membayar lunas uang sisa korupsinya yang sebesar Rp 169.472.960.461.miliar Balikin Rp 169 M yang Dikorupsi oleh Samadikun Tak Jual Aset Secuil pun.

“Ini artinya dengan pelunasan dengan kewajiban melunasi uang pengganti berdasarkan putusan pengadilan, ini berarti sudah tidak ada sangkut paut lagi dengan aset-aset yang bersangkutan, dan sudah selesai dengan kewajiban dia.

NONTON JUGA : BioskopQQ

Ia menjelaskan tugasnya saat ini hanya selaku eksekutor yang menyerahkan uang sisa korupsi tersebut ke negara. Tony juga mengatakan kalau terpidana Samadikun saar ini masih berada di Lembaga Permasyarakatan menjalani sisa hukumannya.Balikin Rp 169 M yang Dikorupsi oleh Samadikun Tak Jual Aset Secuil pun.

Namanya kan ini putusan sudah inkrah dan kejaksaan selaku eksekutor telah melakukan eksekusi baik terhadap pidana penjaranya, pidana badan yang sekarang yang bersangkutan masih di dalam lembaga permasyarakatan. Uang pengganti dan denda sehingga kasusnya bisa dikatakan tuntas, selesai.

Sejak tahun 2016 terpidana telah membayar uang pertama sebanyak Rp 41 miliar, kemudian di tahun 2017 sebanyak dua kali yaitu Rp 20 miliar dikalikan dua dan pada awal 2018 sebesar Rp 1 miliar, lalu pada hari ini yang bersangkutan telah melunasi membayar kali terakhir kewajiban kepada negara sebesar Rp 87.472.960.461 miliar, secara resmi sudah saya serahkan bayaran ini melalui Bank Mandiri untuk selanjutnya disetorkan ke kas negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *