Acara Hut Komunitas Diwarnai Aksi Tari Erotis Tuai Kontroversi

Acara Hut Komunitas Diwarnai Aksi Tari Erotis Tuai Kontroversi

Acara Hut Komunitas Diwarnai Aksi Tari Erotis Tuai Kontroversi-Acara HUT sebuah komunitas motor di Pantai Kartini, Jepara, Jawa Tengah, menampilkan hal hal yang membuat kontroversi, pasalnya di acara tersebut mempertontonkan tarian erotis. Sontak hal ini membuat Polres Jepara diminta mengusut dugaan eksploitasi perempuan dalam acara tersebut.

Komnas Perempuan menduga ada pihak panitia ada campur tangan dalam mengkordinasi para penari erotis dalam acara tersebut.

Acara Hut Komunitas Diwarnai Aksi Tari Erotis Tuai Kontroversi“Mungkin industri hiburannya yang seharusnya dicek. Apakah ada potensi eksploitasi terhadap perempuan atau trafficking? Jadi, jangan lihat soal porno atau asusilanya dulu,” kata Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin .

Polisi diminta tidak mentersangkakan para penari di acara komunitas motor itu. Sebab, menurut Mariana, para penari perempuan itu hanyalah buruh.

“Bukankah di mana-mana banyak industri hiburan macam ini dilegalkan? Penari biasanya hanya buruh yang butuh pekerjaan,” ujar Mariana.

Mariana menilai ada pihak yang lebih diuntungkan daripada para penari erotis itu. Polisi diharapkan bisa mempertimbangkan hal tersebut.

BACA JUGA : Suara Dunia

“Mereka membuat industri dapat uang lebih banyak ketimbang mereka (penari) sendiri, dan para penonton yang terhibur dengan membeli tiket tontonan erotis. Siapa yang paling diuntungkan? Siapa yang dirugikan? Siapa yang dieksploitasi?” tutur Mariana.

Ada 3 penari erotis dalam acara HUT komunitas motor di Pantai Kartini. Polisi masih mencari keberadaan 3 penari itu.

Polres Jepara sendiri telah menetapkan dua tersangka dalam kasus pornografi tari erotis di Pantai Kartini. Keduanya berinisial H dan B yang merupakan panitia penyelenggara kegiatan.

 

Acara Hut Komunitas Diwarnai Aksi Tari Erotis Tuai Kontroversi

NONTON JUGA : BioskopQQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *