20 Orang Menjadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI-Polri di Jambi

20 Orang Menjadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI-Polri di Jambi

20 Orang Menjadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI-Polri di Jambi-Polisi menetapkan 20 orang massa dari kelompok Serikat Mandiri Batanghari sebagai tersangka dalam kasus perusakan dan PT WKS dan penganiayaan 3 TNI serta 2 polisi di Jambi. Selain itu, 25 orang lainnya masih dalam pemeriksaan.

Selain menangkap 45 massa SMB, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti yang berupa senjata tajam jenis kapak, parang, samurai dan bambu runcing dalam pengrusakan yang dilakukan oleh massa. Bukan hanya itu, jenis senjata api rakita beserta amunisi kaliber 5×56 mm juga disita oleh polisi dari penangkapan massa SMB tersebut.

Menurut Muchlis, aksi massa SMB ini merupakan bentuk yang sangat meresahkan masyarakat dan sudah melebihi batas-batas kemanusiaan dengan cara masif dan teroganisir. Ia juga meminta aksi perusakan dan penganiayaan ini tidak terulang kembali di Jambi agar masyarakat dan pihak perusahaan dapat kembali menjalankan aktifitas seperti biasanya. Bahkan hingga saat ini polisi masih menggerahkan ratusan personelnya yang terdiri dari Brimob polda Jambi, dan dibantu oleh pihak TNI.

Sebelumnya diketahui, kelompok massa SMB ini melakukan penyerangan pada Sabtu (13/7). Pemicu keributan tersebut awalnya terjadi antara massa SMB dengan pemilik izin usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat di desa Belanti Jaya, kabupaten Batanghari, Jambi.

Bukan hanya di kawasan kabupaten Batanghari, Jambi juga mendapatkan massa bergerak hingga merusak kantor PT WKS di distrik VIII di desa bukit Bakar, kecamatan Renah Mendahulu, kabupaten Tanjab Barat, Jambi. Disana, mereka merusak fasilitas kantor perusahaan, serta menjarahnya, massa juga melakukan penyerangan terhadap anggota Satgas Terpadu Karhutla yaitu 3 TNI dan 2 polisi dilokasi.

20 Orang Menjadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI-Polri di Jambi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *